TUMBUH KEMBANG ANAK SEHAT



(Duta Dancow 2012)
Sehat merupakan modal utama untuk Anak Life-Ready. Mempersiapkan Anak Life-Ready, merupakan tugas orangtua yang sangat penting. Kemampuan orangtua dalam memantau serta memberikan pola asuh dan stimulasi yang memadai merupakan faktor utama yang mempengaruhi kualitas anaknya sebagai Anak Life-Ready. Pemberian stimulasi hendaknya harus disesuaikan dengan usia anak serta tahapan perkembangan anak, sehingga anak dapat tumbuh kembang secara sehat.

1.
Ciri-ciri Anak Sehat

Anak sehat dapat diketahui dari aspek fisik dan pisikis.


a.
Fisik
Dari aspek fisik kondisi anak:


1)
Jarang sakit.


2)
Nafsu makan baik.


3)
Pencernaan baik.


4)
Status gizi dan pertumbuhan normal. Hal ini dapat dilihat dari hasil penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar kepala.


b.
Psikis (emosi, kognitif)
Dari aspek psikis kondisi anak:


1)
Aktif.


2)
Responsif.


3)
Ceria/gembira.


4)
Tidur nyenyak, bangun ceria.

2.
Pertumbuhan Anak

Anak yang sehat akan mengalami pertumbuhan yang baik. Pertumbuhan adalah bertambahnya berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala anak sesuai dengan umurnya. Cara memantau pertumbuhan anak yaitu dengan jalan:


a.
Menimbang berat badan anak secara rutin setiap bulan sekali untuk anak baru lahir sampai satu tahun. Kemudian untuk anak satu tahun sampai lima tahun minimal tiga bulan sekali. Hasil penimbangan dicatat dalam Kartu Menuju Sehat (KMS), kemudian dilakukan penilaian. Anak yang mempunyai status gizi baik, ada digaris hijau.


b.
Mengukur tinggi badan anak. Hasil pengukuran tinggi badan anak kemudian dicatat dalam KMS tinggi badan sesuai jenis kelamin anak. Anak yang mempunyai status gizi baik hasil pengukuran tinggi badannya ada di area garis hijau. Pengukuran tinggi badan anak ini juga untuk mengetahui status gizi anak.







3.
Perkembangan Anak Secara Psikis

Perkembangan psikis anak adalah bertambahnya fungsi tubuh yang lebih kompleks, mencakup fungsi sensoris (dengar, lihat, raba, rasa, cium), kemampuan gerakan (gerak kasar dan gerak halus), kemampuan berkomunikasi dan interaksi (tersenyum, menangis, bicara dan bahasa), kemampuan kognitif (mengenal, membandingkan, mengingat, pemecahan masalah dan kecerdasan), kemampuan sosial dan kemandirian, kratifitas, moral spiritual, dll.


a.
Kemampuan gerak kasar : kemampuan anak untuk melakukan gerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar, misalnya duduk, berdiri, dll.

b.
Kemampuan gerak halus dan kecerdasan : kemampuan anak untuk melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil tetapi memerlukan koordinasi yang cermat, misalnya menulis, menggambar, dll.

c.
Kemampuan berbicara dan bahasa : kemampuan anak untuk memberikan respons terhadap suara, berbicara, mengikuti perintah, dll.

d.
Kemampuan sosialisasi dan kemandirian : kemampuan anak untuk mandiri (makan sendiri, membereskan mainan setelah bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh, bersosialisasi, berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dll.



4.
Tahapan Perkembangan Anak Sesuai Tahapan Umur beserta Stimulasinya

Upaya untuk mengoptimalkan status perkembangan anak, orangtua atau pengasuh harus melakukan stimulasi secara teratur sesuai umur anak.

Anak yang kurang mendapatkan stimulasi memadai, mengakibatkan perkembangan jaringan otak anak tidak optimal. Berikut ini gambar perkembangan otak anak yang mendapatkan stimulasi dan yang kurang mendapatkan stimulasi.




Anak bertambah umur, bertambah pula kemampuannya. Pada tabel berikut ini, tentang tahapan perkembangan anak sesuai umurnya. Bila anak belum dapat melakukan hal-hal dibawah ini sesuai umurnya, maka sebaiknya dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat untuk diperiksa lebih lanjut apakah ada keterlambatan perkembangan dan mendapat intervensi segera.





Modifikasi oleh Soedjatmiko, 2004, dari buku Denver II


Keterangan:
75% mulai umur: artinya 75% anak lain telah bisa melakukan kemampuan itu pada umur tersebut. Bila seorang anak belum biso melakukan kemampuan itu poda umur tersebut : hati-hati, anak segera dilatih melakukan kegiatan tersebut, atau konsul ke dokter.

5.
Kebutuhan Stimulasi agar Anak Optimal Tumbuh Kembangnya

a.
Fisik (Asuh)


Pemberian: nutrisi, imunisasi, kebersihan badan dan lingkungan, pakaian, pengobatan, olahraga, bermain, dll.


1)
Nutrisi



a)
Menyiapkan anak sehat, dilakukan ibu sejak anak masih dalam kandungan. Ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi sejak hamil.



b)
Setelah itu, ibu memberikan ASI Eksklusif pada anaknya sampai anak berumur 6 bulan.



c)
Setelah anak berumur 6 bulan, ASI terus diberikan, di tambah dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI).



d)
Upayakan pemberian MP-ASI dengan menu seimbang yang terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, air. Nutrisi yang balk, sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak.


2)
Imunisasi



Pemberian imunisasi pada anak merupakan upaya penting untuk melindungi anak terhadap, beberapa jenis penyakit menular yang dapat berakibat fatal. Imunisasi dasar diberikan sejak bayi dan imunisasi ulangan saat usia di atas lima tahun.


3)
Menjaga kebersihan



Menjaga kebersihan melalui penerapan perilaku sehat, mulai dibiasakan pada anak dan pengasuh. Misalnya: cuci tangan pakai sabun setelah BAB atau sebelum makan, gosok gigi, dll. Tujuannya adalah mencegah anak terkena penyakit. Sehingga anak selalu sehat selera makannya tetap baik.


4)
Olah raga dan rekreasi



Untuk menjaga status gizi, salah satunya adalah dengan menjaga selera makan anak. Selain dengan mengusahakan agar hidangan makan yang disediakan dapat menggugah selera makan anak, ternyata latihan fisik dan bermain juga dapat meningkatkan selera makan anak karena melancarkan aliran darah sehingga zat gizi dapat terdistribusi ke seluruh tubuh termasuk otak yang akan bereaksi dalam fungsi pengaturan rasa lapar dan rasa kenyang.


b.
Psikis


1)
Pemberian kasih sayang (Asih) : rasa aman dan nyaman, dilindungi, diperhatikan, diberi contoh (bukan dipaksa), dibantu, didorong, dihargai, penuh kegembiraan, koreksi (bukan ancaman atau hukuman). Pemberian pola asuh secara demokratik.


2)
Pemberian stimulasi (Asah): sensorik, motorik, emosi-sosial, bicara, kognitif, mandiri, kreativitas, kepemimpinan, moral, spiritual dll.






Stimulasi pada anak umur 12 - 15 bulan




a)
Peluk, senvum, bicara, panggil, ditanya



b)
Cilukba, melambai pada orang lain



c)
Tunjuk dan sebutkan nama gambar



d)
Masukkan benda ke dalam wadah



e)
Menggambar, menyusun kubus, puzzle sederhana



f)
Main boneka, sendok, piring, gelas



g)
Berjalan tanpa berpegangan



h)
Berjalan sambil tarik mainan, mundur, jinjit



i)
Panjat tangga, lempar-tangkap -tendang bola



j)
Lepas celana, makan sendiri



k)
Meniru perkerjaan di rumah tangga








Stimulasi pada anak umur 15 - 18 bulan




a)
Berjalan mundur, jinjit, naik tangga



b)
Tangkap dan lempar bola



c)
Balok, puzzle, menggambar



d)
Bermain air, meniup, menendang bola



e)
Bercerita tentang gambar di buku



f)
Menyebutkan nama benda, menyanyi



g)
Main telpon-telponan, menyatakan keinginan



h)
Bermain dgn teman sebaya, petak umpet



i)
Merapikan mainan, membuka baju



j)
Makan bersama



k)
Merangkai manik besar








Stimulasi pada anak umur 18 - 24 bulan




a)
Bicara, bertanya, bercerita, bernyanyi



b)
Tanya jawab, main telpon-telponan



c)
Perintah sederhana, membantu pekerjaan



d)
Nonton TV sambil dijelaskan



e)
Melepas baju, rapikan mainan



f)
Makan bersama dengan sendok garpu



g)
Balok, puzzle, menggambar, membentuk lilin



h)
Buat rumah-rumahan, petak umpet



i)
Berjalan, berlari, melompat



j)
Berdiri satu kaki, naik turun tangga



k)
Melempar, menangkap, menendang bola








Stimulasi pada anak umur 24 - 36 bulan




a)
Sebutkan nama benda, sifat, guna benda



b)
Bacakan cerita, tanya jawab



c)
Anak diminta bercerita pengalaman



d)
Menonton TV didampingi, menyanyi



e)
Cuci tangan, cebok, berpakaian, rapikan mainan



f)
Makan dengan sendok garpu



g)
Puzzle, balok, menggambar, menempel



h)
Mengelompokkan benda sejenis



i)
Mencocokan gambar dan benda



j)
Menghitung



k)
Melempar, menangkap



l)
Berlari, melompat, memanjat, merayap








Stimulasi pada anak umur 36 - 48 bulan




a)
Sebutkan nama benda, sifat, guna benda



b)
Bacakan cerita, tanya jawab, bercerita



c)
Menonton TV didampingi, menyanyi



d)
Cuci tangan, cebok, berpakaian, rapikan mainan



e)
Makan dengan sendok garpu, masak-masakan



f)
Menggunting, menempel, menjahit



g)
Puzzle, balok, menggambar, mewarna, rnenulis



h)
Mengelompokkan benda sejenis



i)
Mencocokan gambar dan benda



j)
Menghitung, mengenal angka, huruf



k)
Melempar, menangkap, berlari, melompat



l)
Memanjat, merayap, main sepeda roda 3



m)
Main lalu lintas, ular naga dengan teman








Stimulasi pada anak umur 48 - 60 bulan




a)
Sebutkan nama benda, sifat, guna benda



b)
Bacakan buku, tanya jawab, bercerita



c)
Menonton TV didampingi, menyanyi



d)
Cuci tangan, cebok, berpakaian, rapikan mainan



e)
Makan dengan sendok garpu, masak-masakan



f)
Menggunting, menempel, menjahit



g)
Puzzle, balok, menggambar, mewarna, menulis



h)
Mengelompokkan dan mencocokkan benda



i)
Mengingat, menghafal, mengerti aturan



j)
Membandingkan besar kecil, banyak sedikit



k)
Menghitung, konsep satu dan setengah




l)
Mengenal angka, huruf, simbol, musim



m)
Melempar, menangkap, berlari, melompat




n)
Memanjat, merayap, sepeda roda 3, ayunan



o)
Bermain, makan dengan teman
















0 komentar:

Posting Komentar